Agar tidak adanya kesalahpahaman dalam istilah-istilah matematika yang digunakan dalam materi yang disajikan, berikut ini adalah penjelasannya:
|
NO |
KATA |
ARTI |
|
HIMPUNAN |
||
|
1. |
Himpunan |
Kumpulan objek atau elemen yang memiliki
karakteristik atau sifat yang sama |
|
2. |
Unsur/Anggota |
Objek yang termasuk dalam himpunan |
|
3. |
Himpunan
kosong |
Himpunan yang tidak memiliki unsur apa pun, umumnya
dilambangkan dengan simbol φ atau {} |
|
4. |
Himpunan
universal |
Himpunan yang terdiri dari semua objek yang sedang
dibahas, umumnya dilambangkan dengan simbol U |
|
5. |
Himpunan
bagian |
Himpunan yang terdiri dari beberapa, atau bahkan
seluruh, unsur dari himpunan lain yang lebih besar |
|
6. |
Subset |
Himpunan bagian yang terdiri dari beberapa, atau
bahkan seluruh, unsur dari himpunan lain yang lebih besar |
|
7. |
Himpunan
berhingga |
Himpunan yang memiliki jumlah terbatas dari unsur |
|
8. |
Himpunan
tak berhingga |
Himpunan yang memiliki jumlah tak terbatas dari
unsur |
|
9. |
Gabungan |
Himpunan yang terdiri dari semua unsur yang
termasuk dalam setidaknya salah satu dari dua himpunan yang diberikan,
dilambangkan dengan simbol ∪ |
|
10. |
Irisan |
Himpunan yang terdiri dari semua unsur yang
termasuk dalam kedua himpunan yang diberikan, dilambangkan dengan simbol ∩. |
|
11. |
Komplemen |
Himpunan yang terdiri dari semua unsur yang tidak
termasuk dalam himpunan yang diberikan, dilambangkan dengan simbol ' atau ∁ |
|
12. |
Diagonal |
Himpunan yang terdiri dari semua elemen yang
memiliki hubungan utama dengan dirinya sendiri dalam suatu himpunan, biasanya
digunakan dalam matematika dengan konsep himpunan bilangan. |
|
BILANGAN BULAT |
||
|
1. |
Bilangan
Bulat |
Angka yang tidak memiliki pecahan atau desimal.
Bilangan bulat termasuk bilangan positif (+), negatif (-), dan nol (0) |
|
2. |
Bilangan
Positif |
Bilangan bulat yang lebih besar dari nol |
|
3. |
Bilangan
Negatif |
Bilangan bulat yang lebih kecil dari nol |
|
4. |
Nol |
Bilangan bulat yang menunjukkan ketiadaan nilai
atau suatu titik acuan |
|
5. |
Nilai
Mutlak |
Nilai absolut suatu bilangan tanpa memandang apakah
bilangan tersebut positif atau negatif |
|
6. |
Operasi
Penjumlahan |
Operasi matematika untuk menggabungkan dua atau
lebih bilangan menjadi satu bilangan yang disebut hasil penjumlahan |
|
7. |
Operasi
Pengurangan |
Operasi matematika untuk mengurangi satu bilangan
dari bilangan lainnya, menghasilkan selisih antara keduanya |
|
8. |
Operasi
Perkalian |
Operasi matematika untuk menggandakan atau
memperbanyak jumlah bilangan secara berulang kali |
|
9. |
Operasi
Pembagian |
Operasi matematika untuk membagi jumlah tertentu
menjadi kelompok yang setara |
|
10. |
Pembulatan |
Proses menentukan bilangan bulat terdekat yang
mendekati bilangan pecahan atau desimal |
|
11. |
Urutan |
Susunan bilangan dalam suatu barisan atau deretan
yang berurutan |
|
12. |
Rentang |
Selisih antara bilangan terbesar dan bilangan
terkecil dalam suatu himpunan bilangan |
|
POLA BILANGAN |
||
|
1. |
Pola
bilangan |
Suatu urutan angka yang mengikuti aturan tertentu
atau mempunyai aturan perubahan tertentu antara satu angka dengan angka
berikutnya |
|
2. |
Barisan
aritmetika |
Barisan angka dimana perbedaan antara setiap
pasangan angka berturut-turut adalah konstan |
|
3. |
Barisan
geometri |
Barisan angka dimana setiap angka diperoleh dengan
mengalikan angka sebelumnya dengan suatu konstanta yang sama |
|
4. |
Suku
ke-n |
Angka ke-n dalam suatu barisan angka |
|
5. |
Pola
perulangan |
Pada suatu urutan angka, kemunculan pola tertentu
secara berulang |
|
6. |
Bilangan
Fibonacci |
Serangkaian angka dimana setiap angka adalah hasil
penjumlahan dari dua angka sebelumnya dalam seri |
|
7. |
Deret
aritmetika |
Jumlah semua suku dalam barisan aritmetika |
|
8. |
Deret
geometri |
Jumlah semua suku dalam barisan geometri |
|
TEOREMA PYTHAGORAS |
||
|
1. |
Teorema
Pythagoras |
Menyatakan bahwa dalam segitiga siku-siku, kuadrat
panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua
sisi yang tegak lurus. |
|
2. |
Segitiga
Siku-siku |
Segitiga yang memiliki satu sudut siku-siku (90
derajat) |
|
3. |
Hipotenusa |
Sisi terpanjang dalam segitiga siku-siku, berada di
sisi yang berlawanan dengan sudut siku-siku |
|
KESEBANGUNAN & KEKONGRUENAN |
||
|
1. |
Kongruen |
Dua bangun dikatakan kongruen jika memiliki ukuran
dan bentuk yang sama |
|
2. |
Sisi
kongruen |
Sisi-sisi yang memiliki panjang yang sama pada dua
bangun kongruen |
|
3. |
Sudut
kongruen |
Sudut-sudut yang memiliki ukuran yang sama pada dua
bangun kongruen |
|
4. |
Bangun
kongruen |
Bangun-bangun yang memiliki ukuran dan bentuk yang
sama |
|
5. |
Kesebangunan |
Dua buah bangun datar dapat dikatakan sebangun
apabila panjang setiap sisi pada kedua bangun datar tersebut memiliki nilai
perbandingan yang sama |
|
PERSAMAAN KUADRAT |
||
|
1. |
Persamaan
Kuadrat |
Persamaan yang memiliki bentuk umum y = ax^2 + bx +
c, di mana a, b, dan c adalah konstanta dan a ≠ 0 |
|
2. |
Diskriminan |
Dalam persamaan kuadrat, diskriminan merupakan
ekspresi b^2 - 4ac yang digunakan untuk menentukan sifat dan jumlah solusi
persamaan kuadrat |
|
3. |
Akar-akar
Persamaan Kuadrat |
Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat dan
membuatnya bernilai nol. Akar-akar persamaan kuadrat dapat ditentukan dengan
menggunakan rumus kuadrat atau melalui faktorisasi |
|
4. |
Persamaan
Kuadrat Tereduksi |
Persamaan kuadrat yang sudah difaktorkan menjadi
bentuk tereduksi |
|
5. |
Realitas
Akar |
Persamaan kuadrat memiliki akar-akar real jika
diskriminan non-negatif (diskriminan ≥ 0) |
|
EKSPONEN & LOGARITMA |
||
|
1. |
Eksponen |
Eksponen adalah bilangan yang digunakan untuk
menunjukkan berapa kali suatu bilangan (yang disebut sebagai dasar) akan
dikalikan dengan sendirinya |
|
2. |
Logaritma |
Logaritma adalah fungsi invers dari eksponen.
Logaritma berguna untuk menentukan eksponen yang diperlukan untuk mencapai
nilai tertentu |
|
NILAI MUTLAK |
||
|
1. |
Nilai
Mutlak |
Jarak bilangan dari nol pada garis bilangan |
|
2. |
Bilangan
Absolut |
Bilangan tersebut hanya memiliki nilai positif,
atau perlu diambil dalam bentuk non-negatif |
|
3. |
Fungsi
Nilai Mutlak |
Sebuah fungsi matematika yang menghasilkan nilai
absolut dari suatu bilangan |
|
4. |
Pertidaksamaan
dengan Nilai Mutlak |
Inequalities yang melibatkan nilai mutlak dalam
satu atau kedua sisi pertidaksamaan |
|
POLINOMIAL |
||
|
1. |
Polinomial |
Ekspresi matematika yang terdiri dari variabel dan
koefisien yang dihubungkan oleh operasi penjumlahan, pengurangan, dan
perkalian eksponen |
|
2. |
Derajat
Polinomial |
Derajat tertinggi dari semua suku dalam polinomial |
|
3. |
Suku |
Bagian yang membentuk polinomial. Setiap suku
terdiri dari suatu konstanta atau variabel yang diangkat ke suatu pangkat |
|
4. |
Suku
Monomial |
Suku polinomial yang terdiri dari satu variabel
yang diangkat ke pangkat tertentu atau sebuah konstanta |
|
5. |
Suku
Binomial |
Suku polinomial yang terdiri dari dua suku monomial
yang dihubungkan oleh operasi penjumlahan atau pengurangan |
|
6. |
Suku
Trinomial |
Suku polinomial yang terdiri dari tiga suku
monomial yang dihubungkan oleh operasi penjumlahan atau pengurangan |
|
7. |
Koefisien |
Angka yang menggandai suku variabel dalam
polinomial |
|
8. |
Akar
Polinomial |
Nilai yang memenuhi persamaan polinomial saat
variabelnya sama dengan nol |
|
9. |
Polinomial
Irasional |
Polinomial yang memiliki akar yang tidak dapat
diwakili sebagai pecahan dari dua bilangan bulat |
|
LOGIKA MATEMATIKA |
||
|
1. |
Logika
proposisional |
Cabang logika matematika yang berkaitan dengan
pernyataan yang dapat bernilai benar atau salah |
|
2. |
Konjungsi |
Operasi logika yang menghasilkan hasil benar hanya
jika kedua pernyataan yang dikonjungkan benar |
|
3. |
Disjungsi |
Operasi logika yang menghasilkan hasil benar jika
salah satu atau kedua pernyataan yang disjungsi benar |
|
4. |
Implikasi |
Hubungan logika antara dua pernyataan yang
mengatakan bahwa jika pernyataan pertama benar, maka pernyataan kedua juga
benar |
|
5. |
Ekivalensi |
Hubungan logika antara dua pernyataan yang
menyatakan bahwa keduanya sama-sama benar atau keduanya sama-sama salah |
|
6. |
Negasi |
Operasi logika yang menghasilkan kebalikan dari
nilai kebenaran pernyataan yang diberikan |
|
7. |
Argumen |
Serangkaian pernyataan yang terdiri dari satu atau
lebih premis dan kesimpulan yang didasarkan pada premis tersebut |
|
8. |
Hukum
De Morgan |
Aturan untuk mengubah negasi dari disjungsi atau
konjungsi pernyataan |
|
9. |
Aljabar
Boolean |
Cabang matematika yang berhubungan dengan operasi
logika dan perhitungan menggunakan nilai kebenaran (benar/salah) |
|
10. |
Tautologi |
Pernyataan logika yang selalu benar, tidak ada
situasi di mana pernyataan tersebut bisa salah |
|
11. |
Kontradiksi |
Pernyataan logika yang selalu salah, tidak ada
situasi di mana pernyataan tersebut bisa benar |
|
TRANSFORMASI GEOMETRI |
||
|
1. |
Titik |
Elemen terkecil dalam ruang yang tidak memiliki
dimensi |
|
2. |
Titik
pusat |
Titik yang menjadi pusat rotasi atau refleksi pada
transformasi geometri |
|
3. |
Garis |
Sekumpulan titik yang berjajar tanpa ujung |
|
4. |
Garis
refleksi |
Garis yang menjadi sumbu refleksi dalam
transformasi geometri |
|
5. |
Garis
simetri |
Garis yang membagi objek menjadi dua bagian yang
sama persis |
|
6. |
Transformasi
geometri |
Pergeseran, refleksi, rotasi, atau dilatasi bentuk
geometri |
|
7. |
Pergeseran
(translasi) |
Transformasi geometri yang menggeser objek dalam
ruang, tetapi tidak mengubah orientasinya |
|
8. |
Refleksi |
Transformasi geometri yang mencerminkan objek
melalui sumbu atau garis refleksi tertentu |
|
9. |
Rotasi |
Transformasi geometri yang memutar objek sekitar
titik pusat tertentu dengan sudut tertentu |
|
10. |
Dilatasi |
Transformasi geometri yang mengubah ukuran objek
dengan faktor skala tertentu |
|
STATISTIKA |
||
|
1. |
Data |
Informasi yang dikumpulkan atau diukur dalam sebuah
penelitian atau pengamatan |
|
2. |
Variabel |
Karakteristik atau sifat yang diamati dalam data
yang dapat berubah atau bervariasi |
|
3. |
Populasi |
Sekumpulan individu, objek, atau peristiwa yang
memiliki karakteristik yang sama dan merupakan fokus dari penelitian
statistik |
|
4. |
Sampel |
Sebuah subset yang dipilih secara acak dari
populasi yang digunakan untuk mewakili populasi secara keseluruhan dalam
penelitian statistik |
|
5. |
Frekuensi |
Jumlah kemunculan atau kejadian suatu nilai atau
kelompok nilai dalam kumpulan data |
|
6. |
Distribusi |
Cara nilai-nilai dalam kumpulan data tersebar atau
terdistribusi |
|
7. |
Rata-rata
(mean) |
Nilai tengah dalam sebaran data, diperoleh dengan
menjumlahkan semua nilai data dan membaginya dengan jumlah total data |
|
8. |
Median |
Nilai tengah dalam sebaran data ketika data
diurutkan dari terkecil hingga terbesar |
|
9. |
Modus |
Nilai atau nilai-nilai yang muncul paling sering
dalam kumpulan data |
|
10. |
Range |
Selisih antara nilai maksimum dan minimum dalam
data |
|
11. |
Deviasi
Standar |
Pengukuran variabilitas atau penyebaran data yang
menggambarkan sejauh mana data tersebar di sekitar rata-rata |
|
12. |
Koefisien
Korelasi |
Pengukuran statistik yang menggambarkan kekuatan
dan arah hubungan linier antara dua variabel |
|
13. |
Regresi |
Metode statistik yang digunakan untuk memahami dan
memodelkan hubungan antara dua atau lebih variabel |
|
14. |
Probabilitas |
Ukuran bagi kemungkinan terjadinya suatu peristiwa
dalam konteks statistika |
|
15. |
Distribusi
Normal |
Distribusi data yang simetris dan berbentuk lonceng
(bell-shaped distribution), sering digunakan dalam analisis statistik |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar