Apakah kamu pernah mendengar Pythagoras? Ia merupakan seorang
matematikawan dan filsuf Yunani yang dikenal sebagai “Bapak Bilangan”. Salah
satu peninggalannya yang bersejarah, yaitu Teorema Pythagoras!
Bagaimana Sih Konsep Teorema Pythagoras Itu?
Teorema Pythagoras menjelaskan hubungan panjang
sisi pada segitiga siku-siku. Oleh karena itu, teorema ini hanya berlaku pada
segitiga siku-siku aja. Kamu tau kan, segitiga siku-siku itu kayak gimana?
Eits, cara mengenali segitiga siku-siku itu
gampang, kok. Salah satu cirinya adalah besar sudut sikunya ada yang 90o. Nah, sekarang, coba deh kamu lihat gambar segitiga
siku-siku di bawah ini!
Misalkan ada segitiga siku-siku ABC, seperti pada gambar
di atas. Sisi-sisi pada segitiga tersebut dinamai sesuai dengan nama sudut di
depannya. Jadi, kalo sisi dari titik A ke B, bisa dinamai dengan c, karena
sudut di depan sisi tersebut adalah ∠C. Hal yang harus kamu ingat, penamaan nama sisi itu
harus pakai huruf kecil, ya.
Kemudian, sisi a dan b merupakan sisi tegak pada segitiga
siku-siku. Kenapa disebut sisi tegak? Soalnya, kedua sisi tersebut membentuk
sudut siku-siku (90o). Sementara itu, sisi c
merupakan sisi miring (hipotenusa) segitiga siku-siku. Nah, sisi hipotenusa ini
selalu berhadapan dengan sudut siku-sikunya, dan jadi sisi yang paling panjang,
guys.
Nah, Teorema Pythagoras menyatakan bahwa kuadrat panjang hipotenusa pada
suatu segitiga siku-siku (salah satu sudutnya 90°) adalah sama dengan jumlah
kuadrat panjang sisi-sisi lainnya. Atau, kalau mau dituliskan secara matematis,
akan seperti ini:
Dengan c adalah hipotenusa yang juga merupakan sisi terpanjang dari
segitiga siku-siku, sedangkan a dan b adalah sisi-sisi segitiga siku-siku
lainnya.
Contoh Soal Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras ini bisa digunakan untuk mencari
panjang sisi pada segitiga siku-siku yang belum diketahui, lho. Contohnya pada
soal berikut!
1.
Terdapat segitiga
PQR siku-siku di Q. Jika diketahui panjang sisi PQ = 5cm dan QR = 12 cm, maka
panjang sisi PR adalah…
Penyelesaian:
Supaya lebih mudah dalam menghitung, kita
gambar dulu segitiga siku-sikunya, seperti ini:

Nah, karena PR itu panjang hipotenusa, yang artinya tidak
boleh negatif, maka nilai PR yang memenuhi adalah 13 cm.
2.
Segitiga siku-siku
KLM, jika panjang KL = 2,5 m dan KM = 6,5 m, maka keliling segitiga KLM adalah
…
Penyelesaian:
Keliling segitiga KLM bisa dicari dengan menjumlahkan
ketiga sisinya. Berarti, kita cari terlebih dulu panjang sisi LM menggunakan
Teorema Pythagoras.

Inget ya, kita pilih yang tandanya positif karena panjang
sisi nggak mungkin negatif. Jadi, panjang sisi LM adalah 6 m. Sehingga,
keliling segitiga KLM adalah,
Keliling segitiga KLM = KL + LM + KM =
2,5 + 6 + 6,5 = 15 m.
Hubungan Teorema Pythagoras dengan Jenis
Segitiga
Misalkan, kita punya segitiga dengan a, b, dan c
merupakan sisi-sisi segitiga tersebut. Maka sisi a, b, dan c dapat membentuk
segitiga dengan tiga kemungkinan, di antaranya:
Jadi, dengan menggunakan Teorema Pythagoras, kita juga
dapat menentukan, apakah ketiga barisan bilangan dapat membentuk segitiga
siku-siku atau tidak. Contoh:
Diketahui sisi-sisi sebuah segitiga, yaitu a = 10, b = 8
dan c = 22. Dengan mengudaratkan sisi miring dan jumlahkan kuadrat sisi
lainnya, maka diperoleh:
Triple Pythagoras
Setelah memahami isi dari Teorema Pythagoras, kita lanjut
ke bahasan berikutnya, nih, yaitu triple Pythagoras. Waduh, apa lagi,
tuh?
Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang
memenuhi Teorema Pythagoras.
Triple Pythagoras ini bisa membantu kita untuk menentukan, mana
kumpulan bilangan yang termasuk segitiga siku-siku dengan cara yang lebih
cepat. Oke, supaya kamu nggak bingung, kita masuk ke contoh soalnya aja, ya.
Misalnya, diketahui segitiga dengan panjang sisi-sisinya,
yaitu 6, 8, dan 10. Nah, menurutmu, apakah ketiga sisi tersebut merupakan
triple Pythagoras?
Jawabannya, iya. Karena 6, 8, dan 10 merupakan kelipatan
dari 3, 4, dan 5. Alhasil segitiga tersebut pasti merupakan segitiga siku-siku.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar