Guys, coba ingat-ingat deh waktu kamu ulang tahun, kue
yang diberikan orang tuamu berbentuk apa? Kalau ulang tahun teman Rogu, kue
ulang tahunnya berbentuk lingkaran, nih! Yap, kebetulan kemarin adalah ulang tahun temannya
Rogu. Acaranya sangat meriah sekali lho, apalagi saat
pemotongan kuenya. Ternyata saat acara pemotongan kue, Rogu tertarik pada pola
pemotongan kuenya. Coba perhatikan pola potongan kue di bawah ini!
Sebelum kuenya dipotong, bentuk kuenya masih utuh (1 bulatan). Kemudian,
setelah potongan pertama bentuk kuenya tinggal ¾. Lalu dipotong lagi menjadi
½. Nah, urutan susunan potongan kue yang teratur
tersebut dinamakan pola.
Tahukah kamu kalau pola tersebut termasuk ke dalam materi
matematika? Yap, kalau dalam matematika, kita mengenalnya
dengan pola bilangan atau pola bilangan matematika. Gimana tuh
maksudnya?
Begini, teman-teman, kalau kamu perhatikan, ternyata pola potongan
kue tersebut tersusun secara teratur dan tetap. Dari 1 bulatan kue, menjadi ¾,
terus menjadi ½. Pola bilangannya berarti 1, 3/4, 1/2, … dan seterusnya.
Nah, dari bilangan ke-1, yaitu 1, ke bilangan ke-2, yaitu 3/4,
adalah dikurangi 1/4. Begitupun dari bilangan ke-2, yaitu 3/4, ke bilangan
ke-3, yaitu 1/2, juga dikurangi 1/4. Dari pola ini saja, kamu sudah bisa
menebak pola potongan kue terakhir, ya.
Jadi, berdasarkan ilustrasi perhitungan di atas, bisa
didefinisikan kalau pola bilangan adalah susunan
bilangan yang membentuk pola teratur, atau suatu bilangan yang tersusun dari
bilangan lain, sehingga membentuk suatu pola.
Pola bilangan matematika ini ada banyak jenisnya, kita
kenalan yuk dengan jenis-jenis pola bilangan.
1. Pola Bilangan Persegi
Dilihat dari namanya saja sudah terlihat bahwa pola
ini akan membentuk susunan pola persegi. Yap, pola persegi adalah suatu pola yang tersusun dari
beberapa bilangan berdasarkan rumus:
Coba kamu perhatikan gambar rumus pola bilangan persegi
di atas. Di dalam bentuk persegi, terdapat lingkaran yang mempunyai jumlah yang
berbeda-beda. Jumlah lingkaran ini adalah
bilangan pola persegi.
Di suku pertama terdapat 1 lingkaran yang merupakan suku
pertama pola persegi yaitu 1. Di suku kedua terdapat 4 lingkaran yang membentuk
bangun persegi. Jumlah lingkaran ini merupakan suku-suku dari pola-pola
bilangan persegi tersebut, dan jumlahnya akan bertambah mengikuti rumus pola
bilangan persegi, yaitu n^2.
Tetapi bagaimana nih kalau kamu
disuruh menentukan suku pola bilangan persegi yang ke-25? Maka dari itu, daripada kamu menghitung jumlah lingkaran yang membentuk bangun
persegi, kamu bisa. Jadi
misalnya kamu ingin menentukan suku bilangan ke- 25, maka n^2 =
25^2 = 625.
Jika kamu lebih suka menghafal, kamu bisa juga lho menghafal bilangan-bilangan
pola persegi, yaitu 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100, 121, … . Tetapi
disarankan untuk menggunakan rumus ya, karena dengan menggunakan rumus, kamu
bisa menentukan suku pola bilangan yang besar seperti misalnya suku ke- 200.
2. Pola Bilangan Persegi Panjang
Untuk pola yang ini, pola bilangan akan tersusun seperti
bentuk persegi panjang. Jadi, Pola persegi Panjang adalah suatu pola yang tersusun dari beberapa bilangan berdasarkan
rumus:
Sama halnya seperti penjelasan yang ada di pola
sebelumnya, jumlah lingkaran yang ada dalam bentuk
persegi panjang merupakan suku-suku pada pola bilangan persegi panjang.
Perbedaan dengan pola sebelumnya adalah kalau pola persegi mempunyai bentuk
persegi, sedangkan kalau pola persegi panjang mempunyai bentuk persegi panjang.
Untuk rumus pola bilangan persegi panjangnya pun berbeda,
rumusnya yaitu n(n + 1). Contohnya, jika kamu ingin menentukan suku ke-5 pola
bilangan persegi panjang kamu hanya tinggal memasukkan ke dalam rumusnya yaitu
n(n + 1) = 5(5 + 1) = 30. Gampang, kan! Berikut adalah
contoh pola bilangan persegi panjang: 2, 6, 12, 20,
30, 42, 56, 72, 90, … .
3. Pola Bilangan Segitiga
Seperti halnya pola-pola di atas, pola bilangan segitiga
juga akan membentuk susunan pola seperti segitiga. Pola bilangan Segitiga adalah suatu pola yang tersusun dari beberapa bilangan berdasarkan
rumus:
Untuk pola yang ini, jumlah
lingkaran yang membentuk bangun segitiga merupakan pola bilangan segitiga.
Di suku pertama terdapat 1 lingkaran yang merupakan suku
pertama pola bilangan segitiga. Di suku kedua terdapat 3 lingkaran yang
merupakan suku kedua dari pola bilangan segitiga, dan begitupun seterusnya.
Kamu juga bisa menggunakan rumusnya agar lebih mudah mengerjakannya.
Berikut merupakan contoh pola bilangan segitiga: 1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45, … .
4. Pola Bilangan Pascal
Apa itu bilangan pascal? Sebenarnya bilangan ini
ditemukan oleh seorang penemu Prancis yang bernama Blaise Pascal. Oleh karena itu, namanya jadi
bilangan pascal karena diambil dari namanya, yaitu Pascal.
Bilangan ini terbentuk dari sebuah aturan
geometri yang berisi susunan koefisien binomial yang bentuknya menyerupai
segitiga. Di dalam segitiga pascal, penjumlahan
sepasang bilangan pada satu baris yang sama menghasilkan bilangan pada baris
berikutnya.
Itulah tadi sekilas penjelasan mengenai bilangan pascal itu
sendiri, ya. Sekarang kita bahas pola bilangan pascalnya. Jadi, pola
bilangan pascal adalah suatu pola yang tersusun dari
beberapa bilangan berdasarkan rumus:
Berdasar gambar di atas, pola bilangan pascal adalah
jumlah seluruh bilangan yang ada pada baris yang sama.
Coba lihat baris terakhir (baris ke-5) pada segitiga pascal di
atas. Setelah dijumlahkan hasilnya 16. Bilangan 16 inilah yang merupakan suku
bilangan ke-5 (karena terdapat pada baris ke-5) dari pola bilangan pascal.
Menentukan Pola Bilangan dan Suku Bilangan
jika Belum Diketahui Bentuk Polanya
Pada contoh soal pola bilangan di atas, kamu diperintahkan untuk
menentukan suku ke-5 dan ke-6. Jadi, langkah pertama, kamu harus melihat
dulu pola dari bilangan-bilangan sebelumnya.
Coba kamu lihat selisih dari tiap bilangannya. Selisih dari
bilangan pertama ke bilangan kedua adalah 5. Selanjutnya selisih dari bilangan
kedua ke bilangan ketiga adalah 6, dan begitu seterusnya. Ternyata selisihnya
selalu bertambah satu, nih!
Langkah kedua yaitu
kamu harus melakukan operasi yang sama dengan pola yang tadi telah
ditemukan. Nah, untuk
menentukan bilangan suku ke-5, kamu harus menambahkan bilangan ke-4 dengan 8,
sehingga bilangan ke-5 adalah 23 + 8 = 31.
Sedangkan, untuk menentukan suku ke-6, kamu harus
menambahkan suku ke-5 dengan 9 yah. Jadi, bilangan suku ke-6 nya adalah 31 + 9
= 40.
Sebenarnya, macam-macam pola bilangan masih banyak lagi lho,
seperti pola bilangan Fibonacci, pola bilangan pangkat tiga, pola bilangan
aritmatika, pola bilangan geometri, dan lain-lain.
Contoh pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari pun
banyak kita temukan. Tidak hanya pada kasus pemotongan kue di atas, ya. Ada
juga pembelahan sel, amoeba yang sedang berkembang biak, susunan biji bunga
daisy, susunan bola billiard, susunan biji bunga matahari, dan masih banyak
lagi.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar