Ingkaran atau Negasi atau Penyangkalan (~)
Dari
sebuah pernyataan, kita dapat membuat pernyataan baru berupa ingkaran atau
negasi, yakni penyangkalan atas pernyataan tadi. Untuk lebih memahami hal ini,
perhatikan tabel kebenaran ingkaran berikut:
Keterangan:
B
= pernyataan bernilai benar
S
= pernyataan bernilai salah
Artinya, jika
suatu pertanyaan (p) benar, maka ingkaran (q) akan bernilai salah. Begitu pula
sebaliknya. Nah, negasi ini dilambangkan dengan lambang garis seperti
ini: ~
Contoh
negasi dalam matematika yaitu seperti berikut:
·
p: Besi memuai jika dipanaskan (pernyataan
bernilai benar)
·
~p: Besi tidak memuai jika
dipanaskan (pernyataan bernilai salah).
Pernyataan Majemuk
Dalam ilmu matematika, terdapat 4 macam pernyataan
majemuk, yaitu konjungsi, disjungsi, implikasi,
dan biimplikasi.
1.
Konjungsi (∧)
Konjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata
hubung “dan”. Sehingga, notasi “p ∧ q” dibaca “p dan q”. Berikut adalah tabel nilai
kebenaran konjungsi.
Dari
tabel di atas, kita dapat melihat bahwa konjungsi hanya akan
benar jika kedua pernyataan (p dan q) benar.
Contoh
konjungsi:
·
p: 3 adalah bilangan prima (pernyataan
bernilai benar)
·
q: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan
bernilai benar)
·
p ∧
q: 3 adalah bilangan prima dan ganjil (pernyataan bernilai
benar)
2.
Disjungsi (∨)
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata
hubung “atau”. Sehingga notasi “p ∨ q” dibaca “p atau q”. Berikut adalah tabel nilai
kebenaran disjungsi.
Jika kita lihat pada tabel kebenaran, disjungsi hanya
salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.
Contoh disjungsi:
·
p: Paus adalah mamalia (pernyataan bernilai benar)
·
q: Paus adalah herbivora (pernyataan bernilai salah)
·
p ∨ q: Paus adalah mamalia atau herbivora
(pernyataan bernilai benar)
3.
Implikasi (⇒)
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata
hubung “jika… maka…” Sehingga notasi dari “p => q”
dibaca “Jika p, maka q”. Adapun tabel nilai kebenaran dari
implikasi yaitu sebagai berikut.
Dari tabel terlihat bahwa implikasi hanya bernilai
salah jika anteseden (p) benar, dan konsekuen (q) salah.
Contoh implikasi:
·
p: Andi belajar dengan aplikasi ruangguru. (pernyataan bernilai
benar)
·
q: Andi dapat belajar di mana saja. (pernyataan bernilai benar)
·
p ⇒ q: Jika Andi
belajar dengan aplikasi ruangguru, maka Andi dapat
belajar dari mana saja (pernyataan bernilai benar)
4.
Biimplikasi (⇔)
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata
hubung “… jika dan hanya jika”. Sehingga, notasi dari “p ⇔ q” akan dibaca “p jika dan hanya jika q”. Adapun tabel
nilai kebenaran dari biimplikasi yaitu sebagai berikut.
Dari
tabel kebenaran tersebut, dapat kita amati bahwa biimplikasi akan bernilai
benar jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama. Baik
itu sama-sama benar, atau sama-sama salah.
Contoh
biimplikasi:
·
p: 30 x 2 = 60 (pernyataan bernilai benar)
·
q: 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan
bernilai salah)
·
p ⇔
q: 30 x 2 = 60 jika dan hanya jika 60 adalah bilangan ganjil
(pernyataan bernilai salah).







Tidak ada komentar:
Posting Komentar