DATA TUNGGAL
Dalam statistika, ada berbagai istilah nih, teman-teman. Di antaranya terdapat istilah-istilah statistik data tunggal. Data tunggal itu adalah data yang disusun sendiri menurut nilai dan besarnya masing masing. Kayak gini nih, contohnya:
5, 4, 7, 4, 6, 3, 7, 8
Nah, pada statistik data
tunggal, ada 9 istilah yang harus kalian pahami. Kesembilan istilah tersebut
adalah mean (rataan hitung), modus, median, jangkauan, kuartil, simpangan
kuartil, simpangan rata-rata, ragam, dan simpangan baku.
Mean (Rata-Rata)
Mean atau disebut juga sebagai
rata-rata atau rataan hitung merupakan rata-rata nilai hasil hitung. Maksudnya
adalah nilai rata-rata yang muncul apabila seluruh data dijumlahkan dan dibagi
sama rata sesuai jumlah data yang ada.
Contohnya yaitu nilai rata-rata ulangan matematikamu selama semester 1 di kelas
XII. Ada rumus yang bisa kamu pakai untuk menghitung mean atau
rata-rata.
Berdasarkan rumus di atas, mean
bisa dihitung dengan cara menjumlahkan semua data, lalu
hasilnya dibagi dengan banyaknya data yang ada. Misalnya kamu memiliki 5
data yang terdiri atas angka-angka sebagai berikut:
6, 9, 3, 5, 2
Maka, mean atau
rata-ratanya adalah:
Jadi, mean atau rata-ratanya adalah 5
Modus
Modus dalam statistika
adalah data yang paling sering muncul atau data
yang memiliki frekuensi terbesar di antara data-data lainnya.
Kalau di antara data tunggal
berikut:
6, 6, 6, 7, 8, 9, 9, 9, 9, 9, 5
Modusnya adalah 9, karena 9 merupakan
data yang paling sering muncul, dengan frekuensi sebesar 5.
Median
Median itu adalah nilai tengah. Kamu tahu nggak, sih, untuk menentukan
median, ada 2 kasus yang harus diperhatikan. Kasus pertama adalah median untuk data ganjil dan kasus kedua
adalah untuk data genap. Karena rumus yang dipakai
untuk menghitungnya itu berbeda.
Untuk median, contoh soalnya
adalah sebagai berikut:
Median dari data tunggal 7, 6, 5, 3, 4, 2, 7, 6, 7 adalah…
Sebelum menghitung median, kita
harus mengurutkan terlebih dahulu data yang ada, dari nilai terkecil hingga terbesar. Jika diurutkan,
maka data akan menjadi seperti berikut:
2, 3, 4, 5, 6, 6, 7, 7, 7
Lalu, karena n data tersebut
adalah ganjil, yaitu 9, maka kita menggunakan rumus median untuk n ganjil. Jadinya seperti berikut ini:
Jadi, mediannya adalah data ke-5, yaitu 6.
Jangkauan (Range)
Sesuai dengan namanya, jangkauan atau disebut juga range (rentang)
adalah nilai data yang paling besar dan nilai data yang paling kecil.
Jangkauan digunakan untuk menghitung selisih nilai
tertinggi dan nilai terkecil dalam kelompok data tersebut. Oleh
karena itu, rumus yang digunakan untuk menghitung jangkauan adalah
R = xmax – xmin
Contoh soal:
Hitunglah jangkauan dari data
tunggal di bawah ini:
2, 3, 10, 8, 2, 3, 5, 6, 7, 3, 10, 8, 2, 3, 5, 6, 7
R = xmax –
xmin
R = 10 – 2
R = 8
Data terbesar (Xmax) dari data tersebut
adalah 10, sedangkan data terkecilnya (Xmin) adalah 2. Maka, jangkauan dari data
tunggal tersebut adalah 10 – 2 yaitu 8.
Kuartil
Kuartil atau Q1 adalah nilai yang membagi
sekumpulan data yang telah diurutkan (dari terkecil hingga terbesar) ke dalam 4
bagian sama besar.
Ada tiga macam
kuartil yaitu kuartil bawah (Q1), kuartil tengah atau sama saja dengan median (Q2), serta kuartil
atas (Q3).
Simpangan Kuartil
Simpangan kuartil adalah jangkauan dari ketiga kuartil itu sendiri. Kamu bisa
menghitung simpangan kuartil dengan rumus berikut:
Rumusnya yaitu setengah dari Q3 dikurangi Q1. Wah, kalau
rumusnya pendek gini, biasanya gampang mengingatnya, nih!
Contoh soal:
Hitunglah simpangan kuartil dari
data berikut:
7, 10, 12, 14, 15, 17, 19, 20, 23,
25, 35
Tentukan terlebih dahulu Q1, Q2, dan Q3 nya. Berdasarkan pengertiannya, kuartil
membagi sekumpulan data yang telah diurutkan (dari terkecil hingga terbesar) ke
dalam 4 bagian sama besar. Maka Q1, Q2, dan Q3 nya adalah
sebagai berikut:
7, 10, 12, 14, 15, 17, 19, 20, 23, 25, 35
Q1
Q2
Q3
Maka, simpangan kuartilnya adalah
sebagai berikut:
Q3 dari data
tersebut adalah 23 dan Q1 nya adalah 12, maka simpangan kuartil dari
data tunggal tersebut adalah 5,5.
Simpangan Rata-Rata
Simpangan rata-rata adalah rata-rata dari selisih data dengan nilai rata-rata datanya.
Contoh soal:
Simpangan rata-rata data 9, 3, 7, 8, 4, 5, 4, 8 adalah…
Untuk menghitung simpangan
rata-rata, kita perlu menghitung rata-rata atau meannya terlebih
dahulu, yakni sebagai berikut:
Setelah itu, kita gunakan
rumus simpangan rata-rata, yakni sebagai berikut:
Jadi, simpangan rata-rata data tersebut adalah 2.
Ragam
Ragam dalam statistika
merupakan rata-rata dari kuadrat selisih data dengan nilai rata-rata
datanya.
Misalnya kita memiliki data
sebagai berikut:
6, 7, 8, 8, 10, 9
Sama halnya dengan simpangan
rata-rata, kita perlu menghitung meannya terlebih
dahulu, yakni sebagai berikut:
Maka, ragam dari data tersebut adalah:
Jadi, ragam dari data tersebut adalah 1,67.
Simpangan Baku
Istilah statistik data tunggal
yang terakhir adalah simpangan baku, atau yang biasa dikenal dengan
istilah deviasi standar. Simpangan baku itu adalah akar dari ragam.
Contoh soal yang sama dengan
ragam tadi. Data yang
kita punya adalah:
6, 7, 8, 8, 10, 9
Maka, mean atau
rata-ratanya adalah:
Lalu,
hitung simpangan bakunya menggunakan rumus sebagai berikut:
Bisa dilihat kan,
kalau rumus simpangan baku itu adalah akar dari ragam.
Karena ragamnya adalah 1,67, maka simpangan bakunya adalah 1,29.

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar